Uji kinerja emiter cincin

Penulis

  • - Reskiana Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, SPs IPB
  • Budi Indra Setiawan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB
  • Satyanto K. Saptomo Staf pengajar pada Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB
  • Popi Redjekiningrum Dwi Mustatiningsih Penelitian Hidrologi dan Klimatologi, Balitbang Pertanian

DOI:

https://doi.org/10.31028/ji.v9.i1.63-74

Kata Kunci:

produktivitas air, irigasi bawah permukaan, irigasi cincin

Abstrak

Kerbatasan air menyebabkan pemanfaatan lahan kering belum maksimal dalam mendukung produksi pertanian di Indonesia. Teknologi irigasi hemat air dengan biaya yang terjangkau petani perlu terus dikembangkan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan emiter irigasi berbentuk cincin yang dapat diletakkan di bawah permukaan tanah. Dalam penelitian ini diuji bahan berpori dari beberapa jenis kain yang permeabilitasnya menyerupai permeabilitas tanah pertanian. Diperoleh 5 jenis kain, yaitu jenis Legacy mempunyai permeabilitas 1.54 cm/jam, Colosal 0.76 cm/jam, Parasut 0.06 cm/jam, Kyramat 5.28 cm/jam dan Veronica 8.16 cm/jam. Jenis kain ini digulung menutupi selang air berlobang (diameter 5 mm dan jarak antar lubang 10 cm) yang dibentuk seperti cincin (emiter cincin). Emiter cincin ini kemudian diuji mengairi pot-pot tanaman melon dalam rumah kaca. Hasilnya, emiter cincin yang dibalut kain jenis Legacy dan Colossal mempunyai produktivitas air yang lebih tinggi, masing-masing 0.64 kg/m3 dan 1.90 kg/m3 dengan debit rata-rata 0.52 liter/jam dan 1.08 liter/jam.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Badan Pusat Statistik. 2005. Statistik Indonesia tahun 2005. Badan Pusat Statistik, Jakarta.

Cai, Ximing & Mark W. Rosegrant. 2003. World Water Productivity: Current Situation and Future Option. Water productivity in Agriculture. Limits and Opportunities for Improvement. CAB International Publishing, UK.

Clemmens, A.J. & D.J. Molden. 2007. Water Uses and Productivity of Irrigation System. Irrigation Science 25:247-261

Doorenbos, J & W.O Pruitt. 1977. Guidelines for Predicting Crop Water Requirements. FAO Irrigation and Drainage Paper Volume 24. Rome.

Doorenbos, J. & A.H Kassam. 1979. Yield Response to Water. FAO Irrigation and Drainage Paper Volume 3. Rome.

Hermantoro. 2006. Pengembangan Sistem Irigasi Pipa Gerabah Bawah Permukaan pada Lahan Kering. Makalah Seminar Nasional Mekanisasi Pertanian 29 - 30 November 2006 : 10 Hlm.

Kramer, P. J. 1977. Plant and Soil Water Relationships: A Modern Synthesis. Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd.

Molden, D.J. 2007. Water for Food Water for Life : A Comprehensive Assesment of Water Management in Agriculture. International Water Management Institute. Colombo.

Nadipineni C. 2001. Water Resources in India, di dalam :[APO] Asian Productivity Organisazion, editor. Water Use Efficiency in Irrigation in Asia. Report of APO Seminar: Taipei, 8 - 12 Nov 1999. Tokyo : APO. Hlm 107 - 122.

Nor Awalia. 1999. Penelitian Lapang Pipa Lateral Berpori dari Jenis Kain Farmatex Keliling 8 cm untuk Sistem Irigasi Tetes Metode Via-Flow. Skripsi pada Fakultas Teknologi Pertanian, IPB.

Prastowo. 2010. Irigasi Tetes Teori dan Aplikasi. IPB Press. Bogor.

Rafiah, Hasa et.al. 2003. Efisiensi Penggunaan air pada tanaman melon di Inceptol Lahan Kering Pringgabaya, Lombok. Dipost oleh http://www. ntb.litbang.deptan.go.id/ind/2004/TPH/efisiensipenggunaan.doc. diakses tanggal 12 Mei 2014.

Setiapermas Meinarti Norma, et.al. 2008. “Kajian Penggunaan Sistem Irigasi pada Tanaman Melon di musim Kemarau (Studi Kasus Lahan Sawah Tadah Hujan, Desa Meteseh, Kec.Kaliori, Kab. Rembang. Dipost oleh http://www.jateng.litbang.deptan.go.id/ind/images/artikel/melon.pdf, diakses tanggal 12 Mei 2014.

Setiawan B.I. 1998. Sistem Irigasi Kendi untuk Tanaman Sayuran di Daerah Kering. Laporan Riset Unggulan Terpadu IV. Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, 125 hlm.

Setiawan, B.I. 2002. Sistem Irigasi Kendi. Menuju Kemandirian Teknologi Pertanian Unggul. Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor. Hal:36~37.

Stein, Th. M. 1997. The influences of evaporation, hydraulic conductivity, wall thickness and surface area on seepage rates of pitcher irrigation. Journal of Applied Irrigation Science (Zeitchrft fur bawasserungswirtsgaft) 32 (1): 65 - 83.

Unduhan

Diterbitkan

2015-04-28

Cara Mengutip

Reskiana, .-., Setiawan, B. I., Saptomo, S. K., & Mustatiningsih, P. R. D. (2015). Uji kinerja emiter cincin. Jurnal Irigasi, 9(1), 63–74. https://doi.org/10.31028/ji.v9.i1.63-74

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

> >> 
Loading...