Peningkatan efisiensi dan produksi pangan dengan pembangunan sistem irigasi pipa di tingkat tersier
DOI:
https://doi.org/10.31028/ji.v7.i2.99-109Kata Kunci:
irigasi pipa, prasarana usahatani terpadu, sawah irigasipipe irrigation, agricultural machinery operation, paddy fieldAbstrak
Prasarana irigasi pipa dapat dijadikan salah satu solusi dalam peningkatan efisiensi irigasi yang juga akan berdampak pada produksi pangan. Selain efisiensi penyaluran, penggunaan pipa sebagai media penyalur air irigasi pemakaiannya juga dapat dikontrol. Keuntungan lain dari irigasi pipa adalah diatas prasarana irigasi dapat dibangun prasarana usahatani untuk mobilitas alat dan mesin pertanian. Tujuan penelitian ini adalah 1) Membuktikan urgensinya prasarana irigasi pipa di lahan sawah beririgasi, 2) Menemukan nilai lebih pembangunan prasarana irigasi pipa di tingkat tersier di lahan sawah beririgasi yang terintegrasi dengan pengembangan prasarana usahatani terpadu. Penelitian ini menggunakan data Daerah Irigasi Cihea Cianjur dan analisis dilakukan dengan menggunakan model pengembangan prasarana usahatani tingkat tersier di lahan sawah beririgasi. Analisis dilakukan untuk melihat produksi padi pada kondisi yang ada (existing) dan kondisi dengan adanya pembangunan prasarana irigasi pipa . Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika mempertahankan kondisi existing maka produksi pangan akan terus menurun dari tahun ketahun karena tidak adanya peningkatan efisiensi irigasi dan peningkatan IP yang akan mengimbangi terjadinya konversi lahan produktif. Namun pembangunan irigasi pipa pada lahan beririgasi akan memberikan peningkatan produksi padi. Berdasarkan model saat ini, Daerah Irigasi Cihea Cianjur dengan luas 5484 ha, pembangunan irigasi pipa dengan panjang pipa 50 m/ha akan meningkatkan produksi lahan sebesar 22,19 %Unduhan
Referensi
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2010. Hasil Sensus Penduduk 2010. http:// www. bps. go.id /downloadfile/SP2010_agregat_data_perProvinsi.pdf. [27 Okt 2010].
[DP] Dinas Pertanian. 2010. Laporan Tahunan 2000-2010. Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur.
Dunn W. 2000. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Edisi 2. Jogyakarta. Gajah Mada University Press.
Eriyatno. 2003. Meningkatkan Mutu dan Efektivitas Manajemen. Ed ke- I. Bogor: Institut Pertanian Bogor Press.
Forrester JW. 1961. The Industrial Dynamics. New York: The MIT Press - John Wiley & Sons, Inc.
Jones, J.W., Mishoe, J.W. and Boote, K.J.,1987. Introduction to simulation modeling. FFTC, TB No. 100
Lokollo EM, Rusastra IW, Saliem HP, Supriyati, Friyatno S, Budhi GS. 2007. Dinamika Sosial Ekonomi Pedesaan : Analisis Perbandingan Antar Sensus Pertanian. http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/SHP_EML_2007.pdf. [11 Nop 2010].
Martin, LA. 1997. First Step, MIT System Dinamic in Education Project. Massachusetts Institute of Technology, USA.
Tambajong LAM. 2009. Model Pengembangan Infrastruktur Kawasan Agropolitan Berbasis Komoditas Unggulan Kelapa yang Berkelanjutan di Sulawesi Utara. [Disertasi]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Triyanto J. 2006. Analisis Produksi Padi di Jawa Tengah.[Tesis]. Semarang. Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro.
[PU] Kementerian Pekerjaan Umum. 2010. Kriteria Perencanaan Bagian Petak Tersier KP-05.http://psda.jabarprov.go.id/data/ arsip/KP%2005%202010.pdf. [9 Mei 2011]
Pemerintah Kabupaten Cianjur. 2011. UMK Kabupaten Cianjur Naik Sembilan Persen. http://cianjurkab.go.id/Ver.2.0/Berita_Daerah_Nomor_1421.html. [9 Mei 2011]
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Naskah dilisensikan berdasarkan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.