Kebutuhan air tanaman untuk penjadwalan irigasi pada tanaman jeruk Keprok 55 di Desa Selorejo menggunakan Cropwat 8.0
DOI:
https://doi.org/10.31028/ji.v12.i2.109-118Kata Kunci:
Cropwat 8.0, evapotranspirasi aktual, jeruk keprok 55, kebutuhan air tanaman, penjadwalan irigasiAbstrak
Jeruk Keprok 55 (Citrus reticulate) merupakan salah satu komoditas holtikultura yang mendapatkan prioritas untuk dikembangkan terutama di wilayah Kota Batu, Malang. Kendala utama yang dihadapi petani Jeruk Keprok 55 adalah masalah ketersediaan air. Kebutuhan air tanaman hanya mengandalkan suplai dari curah hujan yang tidak menentu, khususnya di daerah Selorejo. Oleh karena itu, pengelolaan irigasi yang tepat sangat dibutuhkan yang salah satunya dapat dilakukan dengan merencanakan secara mendetail kebutuhan air tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dan menghitung kebutuhan air tanaman dengan menggunakan software Cropwat 8.0 dan mengevaluasi hasil perhitungan dengan kondisi aktual di lapangan. Penelitian dilaksanakan pada Lahan Jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif serta pengolahan data menggunakan software Cropwat 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total Evapotranspirasi tanaman (ETc) selama masa pertumbuhan adalah 971,90 mm dengan evapotranspirasi aktual tanaman tertinggi dicapai pada bulan Oktober periode ketiga sebesar 34,80 mm dan terendah pada Februari periode ketiga sebesar 19,70 mm. Hasil perhitungan software Cropwat 8.0 dapat digunakan dalam penentuan awal tanam dan rencana jumlah kebutuhan irigasi. Namun demikian, pengoperasian harian perlu tetap dilakukan berdasarkan pengamatan kondisi tanaman dan hujan aktual untuk mempertahankan kadar air tanah berada pada rentang yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
Unduhan
Referensi
Fajar, F. (2011). Studi Pola Pemberian Air Berdasarkan Efisiensi Pemakaian Air Pada Tanaman Terong Dengan Metode Irigasi Tetes (Skripsi). Universitas Brawijaya, Malang.
Fuadi, N. A., Purwanto, M. Y. J., & Tarigan, S. D. (2016). Kajian kebutuhan air dan produktivitas air padi sawah dengan sistem pemberian air secara SRI dan konvensional menggunakan irigasi pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23-32.
Juhana, E. A., Permana, S., & Farida, I. (2015). Analisis kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi Bangbayang UPTD SDAP Leles Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Garut. Jurnal Konstruksi, 13(1).
Lakitan, B. (2002). Dasar-dasar klimatologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Nurrochmad, F. (2007). Analisis kinerja jaringan irigasi. Agritech, 27(4), 182-190.
Priyono, S. (2009). Aplikasi Cropwat for Windows untuk dasar manajemen sumber daya air di petak tersier. Jurnal Teknik WAKTU, 7(1),
-92.
Priyonugroho, A. (2014). Analisis kebutuhan air irigasi (studi kasus pada Daerah Irigasi Sungai Air Keban daerah Kabupaten Empat Lawang). Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 2(3),
-470.
Sahirudin, Permana, S., & Farida, I. (2014). Analisis kebutuhan air irigasi untuk Daerah Irigasi Cimanuk Kabupaten Garut. Jurnal Konstruksi, 13(1).
Sapei, A., & Fauzan, M. (2012). Lapisan kedap buatan untuk memperkecil perkolasi lahan sawah tadah hujan dalam mendukung irigasi hemat air. Jurnal Irigasi, 7(1), 52-58.
Smith, M., Allen, R. G., Monteith, J. L., Perrier, A., Pereira, L., & Segeren, A. (1991). Report on The Expert Consultation on Procedures for Revision of FAO Guidelines for Prediction of Crop Water Requirements. Rome, Italy: Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Tauhid, Y. (2015). Penentuan Laju Infiltrasi Menggunakan Pengukuran Double Ring Infiltrometer dan Perhitungan Model Horton Pada Kebun Jeruk Keprok 55 (Citrus Reticulata) Di Desa Selorejo. (Skripsi). Universitas Brawijaya, Malang.
Tjasyono, B. (2004). Klimatologi. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Naskah dilisensikan berdasarkan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.