Rancang bangun sistem irigasi tetes untuk budidaya cabai (Capsicum annum l.) dalam greenhouse di Nagari Biaro, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.31028/ji.v11.i2.103-112Kata Kunci:
cabai, kebutuhan air tanaman, irigasi tetes, efisiensi irigasi, sistem irigasiAbstrak
Tanaman cabai (Capsicum Annum L.) membutuhkan ketersediaan air dalam jumlah yang cukup, dan dengan pemberian yang tepat waktu. Keadaan tersebut dapat dicapai dengan penerapan sistem irigasi tetes, karena sistem ini dapat diatur jumlah dan waktu pemberian, sesuai dengan kebutuhan air tanaman cabai. Penelitian ini dilakukan di Nagari Biaro, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam yang bertujuan untuk merancang sistem irigasi tetes yang sesuai dan tepat guna untuk budidaya cabai dalam greenhouse. Pada penelitian ini, diamati kebutuhan air cabai (ETc), uji teknis dan analisa kelayakan sistem irigasi tetes. Berdasarkan hasil penelitian, ETc tertinggi sebesar 2,16 mm/hari yang terjadi pada periode awal fase generatif, dengan rata-rata debit tetesan sebesar 137,685 mm3/detik, sistem dioperasikan selama 0,84 jam/hari untuk memenuhi kebutuhan air tanaman cabai. Namun jika dilihat dari tiga parameter kelayakan, sistem masih belum layak, karena hanya satu yang sesuai nilai standar yaitu efisiensi penyaluran (91,49%), sedangkan keseragaman (76,97%) dan efisiensi irigasi (74,37%) belum mencapai nilai standar yang ditetapkan sebesar lebih dari 90%, ini disebabkan oleh perbedaan head dan panjang masing-masing saluran, sehingga tekanan pada saluran tidak sama yang mengakibatkan debit tetesan menjadi bervariasi.
Unduhan
Referensi
Allen, R.G., Pereira, L.S., Raes, D., & Smith, M. (1998). Crop Evapotranspiration Guidelines for Computing Crop Water Requirements (FAO Irrigation and Drainage Paper No. 56). Rome, Italy: Food and Agriculture Organization.
Ayers, R.S., & Westcot, D.W. (1976). Water Quality for Agriculture (FAO Irrigation and Drainage Paper No. 29). Rome, Italy: Food and Agriculture Organization.
Direktorat Bina Produksi Hortikultura. 1998. Irigasi Mikro. Penerapan Irigasi Tetes. Jakarta: Direktorat Bina Produksi Hortikultura, Departemen Pertanian.
Marpaung, R. (2013). Estimasi nilai ekonomi air dan eksternalitas lingkungan pada penerapan irigasi tetes dan alur di lahan kering Desa Pejarakan Bali. Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum, 5(1), 65-75.
Pasaribu, I.S., Sumono, S., Daulay, S.B., & Susanto, E. (2013). Analisis efisiensi irigasi tetes dan kebutuhan air tanaman semangka (Citrullus Vulgaris S.) pada tanah ultisol. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian, 2(1), 90-95.
Prastowo, Sukarsono, & Tommy, F. (1993). Rencana Konstruksi Operasi dan Pemeliharaan serta Monitoring dan Evaluasi dalam Percobaan Irigasi Sprinkler. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Prastowo. (2010a). Teknologi Irigasi Tetes. Bogor: Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Prastowo. (2010b). Manual Rancangan Hidrolika Sub-unit Irigasi Tetes. Bogor: IPB Press.
Ridwan, D. (2013). Model jaringan irigasi tetes berbasis bahan lokal untuk pertanian lahan sempit. Jurnal Irigasi, 8(2), 90-98.
Rizal, M. (2012). Rancang Bangun dan Uji Kinerja Sistem Kontrol Irigasi Tetes pada Tanaman Strawberry (Fragaria vesca L.) (Skripsi). Program Studi Keteknikan Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Diambil dari http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/2660
Sadono, G.W. (2015). Analisis Keseimbangan Air pada Bendung Brangkal guna Memenuhi Kebutuhan Air Irigasi pada Daerah Irigasi Siwaluh Kabupaten Karanganyar (Skripsi). Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Saprianto, & Pandjaitan, N.H., (1999). Efisiensi penggunaan air pada sistem irigasi tetes dan curah untuk tanaman krisan (Chrysantemum sp). Buletin Keteknikan Pertanian, 13(3), 11-24.
Setiapermas, M.N., & Zamawi. (2015). Pemanfaatan Jaringan Irigasi Tetes di dalam Budidaya Tanaman Hortikultura. Dalam I. Djatnika, M. J. . Syah, D. Widiastoety, M. P. Yufdy, S. Prabawati, S. Pratikno, & O. Luftiyah (Ed.), Inovasi Hortikultura Pengungkit Peningkatan Pendapatan Rakyat. Jakarta: IAAR Press.
Sumarna, A. (1998). Irigasi Tetes pada Budidaya Tanaman Cabai. Bandung: Balai Penelitian Tanaman Sayuran Badan Litbang Pertanian.
Supriadi. (2001). Penentuan Jumlah Lateral pada Berbagai Tekanan Untuk Sistem Irigasi Via-flow Secara Simultan. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Udiana, I.M., Bunganaen, W., & Padja, R.A.P. (2014). Perencanaan sistem irigasi tetes (drip irrigation) di Desa Besmarak Kabupaten Kupang. Jurnal Teknik Sipil, 3(1), 63-74.
Wang, J., Zhu, D., & Zhang, L. (2013). Acceptable value of microirrigation system uniformity. Dalam American Society of Agricultural and Biological Engineers Annual Meeting 2013. Kansas City, Missouri: American Society of Agricultural and Biological Engineers. Diambil dari http://elibrary.asabe.org/ abstract.asp?JID=5&
AID=43677&CID=miss2013&T=1
Yanto, H., Tusi, A., & Triyono, S. (2014). Aplikasi sistem irigasi tetes pada tanaman kembang kol (Brassica Oleracea Var. Botrytis L. Subvar. Cauliflora DC) dalam green house. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 3(2), 141-154.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Naskah dilisensikan berdasarkan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.