Kajian desain dan kinerja jaringan irigasi mikro berbasis multi komoditas di Sumedang

Penulis

  • Wildan Herwindo Balai Irigasi, Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum
  • Aditya Prihantoko Balai Irigasi, Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum

DOI:

https://doi.org/10.31028/ji.v8.i1.46-58

Kata Kunci:

drip pipe, micro irrigation, uniformity, micro sprayer, multi commodity

Abstrak

Penerapan sistem irigasi mikro untuk tanaman bernilai ekonomis tinggi dapat menjadi alternatif dalam peningkatan efisiensi penggunaan air irigasi. Hal ini dikarenakan penerapan irigasi mikro menggunakan jaringan perpipaan dalam pemberian air irigasinya mempunyai nilai efisiensi sangat tinggi, sehingga dapat mengoptimalisasi pemanfaatan air irigasi serta mendukung peningkatan ketahanan pangan dan air. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu desain jaringan irigasi mikro berbasis multi komoditas dan mengetahui kinerja jaringannya. Metode dalam penelitian ini adalah pengujian di lapangan menggunakan model fisik irigasi mikro yang berlokasi di Sumedang. Jaringan irigasi mikro berbasis multi komoditas diterapkan menggunakan tenaga gravitasi dengan memanfaatkan sumber mata air yang mempunyai perbedaan tinggi sebesar 50 meter. Berdasarkan hasil penelitian kinerja jaringan, didapatkan nilai keseragaman rata-rata untuk irigasi mikro di Sumedang, dengan emitter drip pipe adalah sebesar 91,04%, sedangkan untuk emitter micro sprayer sebesar 80,79%. Dalam penerapan jaringan irigasi mikro perlu diperhatikan bahwa arah guludan pada lahan dengan bentuk persegi panjang agar searah panjang lahan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Balai Irigasi. 2009. Laporan Akhir Penelitian Jaringan Irigasi Non Padi (JINP). Bekasi.

Bappenas. 2010. Indonesian Climate Change Sectoral Roadmap. Jakarta.

Bos, M.G. and W. Walters. 1990. Water Charges and Irrigation Efficiencies. Irrigation and Drainage Systems, 4: 267-278.

Chow, Ven Te & Maidment, David R. & Mays, Larry W. 1988. Applied Hydrology. McGraw-Hill Book Company.

Direktorat Jenderal Pengairan Departemen Pekerjaan Umum. 1986. Standar Perencanaan Irigasi, Kriteria Perencanaan Bagian Jaringan Irigasi KP-01 s/d KP-07. Jakarta.

Doorenbos, J. dan W. O. Pruitt. 1977. Guidelines for Predicting Crop Water Requirement. Book 24. FAO.Rome, 144 p.

Nakayama, F.S. and D.A. Bucks. 1986. Trickle Irrigation for Crop Production Design, Operation and Management, Development in Agricultural Engineering 9. Elsevier Science Publishers B.V. Amsterdam.

Phocaides A. Technical Handbook on Pressurized Irrigation Techniques. FAO Consultant.

Prastowo. 2010. Irigasi Tetes, Teori dan Aplikasi. IPB Press. Bogor Republik Indonesia. 2006. Peraturan Pemerintah No.20 tahun 2006 tentang Irigasi. Sekretariat Negara. Jakarta.

Sapei A. 2000. Irigasi Tetes (Drip/ Trickle Irrigation. Fateta. Institut Pertanian Bogor.

Sapriyanto dan H.T. Nora. 1999. Efisiensi Penggunaan Air pada Sistem Irigasi Tetes dan Curah untuk Tanaman Krisan (chrysantenum sp). Buletin Keteknikan Pertanian. Vol. 13 No. 7.

Sumarni., Nani., dan Agus Muharam., 2008. Sukses Bertanam Cabai Dimusim Hujan dan Kemarau. Papas Sianar Sinarti. Jakarta

Unduhan

Diterbitkan

2013-04-23

Cara Mengutip

Herwindo, W., & Prihantoko, A. (2013). Kajian desain dan kinerja jaringan irigasi mikro berbasis multi komoditas di Sumedang. Jurnal Irigasi, 8(1), 46–58. https://doi.org/10.31028/ji.v8.i1.46-58

Terbitan

Bagian

Artikel
Loading...