Pengaruh irigasi dan mulsa kulit singkong terhadap kadar air tanah serta pertumbuhan tanaman nanas

Penulis

  • Ali Rahmat Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • - Afandi Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Tumiar K Manik Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Priyo Cahyono PT Great Giant Pineapple

DOI:

https://doi.org/10.31028/ji.v8.i2.99-114

Kata Kunci:

nanas, mulsa kulit singkong, irigasi, kadar air tanah, pertumbuhan nanas

Abstrak

Irigasi pada tanaman nanas sangat penting karena mempengaruhi pertumbuhan dan produksi namun biayanya sangat mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh irigasi dan mulsa organik pada kadar air tanah dan pertumbuhan nanas. Penelitian ini dilakukan menggunakan perlakuan faktorial (5 x 2) dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah panjang waktu irigasi (I), yang terdiri dari 5 waktu yaitu tanpa irigasi (I0), irigasi 1 bulan (I1), irigasi 2 bulan (I2), irigasi 3 bulan (I3), dan irigasi 4 bulan (I4). Faktor kedua adalah dosis kulit singkong (mulsa organik) terdiri dari 2 level 0 ton/ha (M0) dan 50 ton/ha (M1). Kadar air tanah diukur menggunakan Diviner 2000. Data kadar air tanah dianalisis dengan time series. Pertumbuhan tanaman dianalisis keragamannya dan diuji BNT pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan kulit singkong 50 ton/ha pada umumnya hanya bertahan 2,5 bulan untuk mempertahankan kadar air. Mulsa kulit singkong lebih berperan ketika tanah mulai mengering. Pemberian mulsa kulit singkong berpengaruh terhadap tinggi dan berat basah tanaman sedangkan perlakuan, irigasi secara terpisah hanya berpengaruh terhadap berat basah tanaman. Interaksi antara irigasi dan kulit singkong berpengaruh terhadap berat basah tanaman. Meskipun kadar air tanah tersedia cukup saat memasuki musim hujan, namun tidak efektif dalam memulihkan keragaan tanaman nanas. Pemulihan terjadi setelah memasuk musim hujan dimana kadar air tanah tinggi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Afandi, Purwito. dan F.D. Pangestu. 2011. Kalibrasi Diviner 2000. R&D PT GGP. Lampung Tengah.

Biro Pusat Statistik. 2012. Nanas. http://bps.go.id. Diakses 3 Agustus 2012.

Anestasia, M. 2012. Pengaruh Mulsa Organik Terhadap Kadar Air Tanah dan Suhu Tanah di PT Great Giant Pineapple Lampung Tengah. Skripsi. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Asriasuri, H. & N.H. Pandjaitan. 1998. Kebutuhan Air Tanaman Tebu dan Hubungan Cara Pemberian Air secara Curah dan Tetes. Bul. Keteknikan Pertanian IPB.12(1).1-11.

Azevedo, P.V.D., C.B. Desouza, B.B. Dasilva, V. P.R. Dasilva. 2007. Water Requirements of Pineapple Crop Grown in a Tropical Environment, Brazil. Agriculture Water Management. 88. 201-208.

Desmarina, R. 2009. Respon Tanaman Tomat terhadap Frekuensi dan Taraf Pemberian Air. Skripsi. IPB. Bogor

Gunawan, E. 2007. Kajian Pertumbuhan dan Produksi Nenas pada Lahan Gambut dan Lahan Aluvial di Kalimantan Barat. Tesis Pascasarjana. IPB. Bogor.

Hanafi, M. M., S.M. Shahidullah, M. Niazuddin, Z.A. Aziz, C.H. Mohammad. 2010. Crop water Requirment at Different Growing Stages of Pineapple in BRIS Soil. J. Food, Agriculture and Enviroment. 8 (2). 914-918

Hutasoit, D.S.N.P.S. 2006. Pengaruh Media Tanam dan Anti Transpirasi Selama Pengangkutan Terhadap Daya Tahan Bibit Manggis. IPB. Bogor.

Komariah, K. Ito, M. Senge, J.T. Adomako, Afandi. 2008. The influences of organik munches on soil moisture content and temperature. J. Rainwater Catchment System.14 (1). 1-8.

Nasution, O.B. 2000. Pemberian Terracottem dan Bahan Organik Pada Tahun Kelima Serta Pemberian Mulsa terhadap Sifat Fisika Tanah, Pertumbuhan dan Produksi Kedelai pada Alfisol Jonggol. Skripsi Sarjana. IPB. Bogor.

Noorhadi, S. 2003. Kajian pemberian air dan mulsa terhadap iklim mikro pada tanaman cabai di tanah entisol.J. Ilmu Tanah dan Lingkungan.4(1). 50-61

Nurkholiq, A. W. 2008. Respon Pertumbuhan dan Perkembangan Melon (cucumis melo) terhadap Stres Air. Skripsi. IPB. Bogor.

Perez, J. G., P. Romero, J. M. Navarro, P. Botia. 2008. Response of Sweet Orange cv ‘Lane Late to Deficit- Irrigation Strategy in two rootstocks. II: Flowering, Fruit Growth, Yield, and Fruit Quality. J. Irrigation Science. 26(5).19-29.

Salisbury, F. B. and Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan jilid 3. Terjemahan: Dian R. Lukman dan Sumaryono. ITB. Bandung.

Soepardi G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Jurusan Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor.

Unduhan

Diterbitkan

2013-09-23

Cara Mengutip

Rahmat, A., Afandi, .-., Manik, T. K., & Cahyono, P. (2013). Pengaruh irigasi dan mulsa kulit singkong terhadap kadar air tanah serta pertumbuhan tanaman nanas. Jurnal Irigasi, 8(2), 99–114. https://doi.org/10.31028/ji.v8.i2.99-114

Terbitan

Bagian

Artikel
Loading...