Analisis kesiapan modernisasi irigasi pada daerah irigasi kewenangan pemerintah provinsi di Kabupaten Mojokerto
DOI:
https://doi.org/10.31028/ji.v14.i1.33-45Kata Kunci:
modernisasi irigasi, pengelolaan, irigasi, Fuzzy Analytical Hierarchy Process, Simple Additive WeightingAbstrak
Dalam melaksanakan pengelolaan sistem irigasi pada daerah irigasi kewenangan pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Mojokerto, Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur mengalami beberapa kendala yaitu jaringan irigasi telah habis umur teknisnya, kurang optimalnya pelayanan irigasi serta terjadinya penurunan kapasitas tampungan air yang ada. Kendala lainnya yaitu adanya pertumbuhan penduduk yang menyebabkan peningkatan kebutuhan penggunaan air, peningkatan kebutuhan pangan, alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman maupun industri serta Daerah Aliran Sungai kritis. Sebagai upaya untuk mengatasi kendala tersebut, selain operasi, pemeliharaan dan rehabilitasi, diperlukan suatu pembaharuan secara menyeluruh, baik manajerial, institusional maupun teknikal, termasuk sumber daya manusianya, yang dikenal dengan istilah modernisasi irigasi. Sebelum melaksanakan kegiatan modernisasi irigasi, perlu adanya suatu penilaian untuk mengukur tingat kesiapan suatu daerah irigasi dalam melaksanakan kegiatan modernisasi irigasi tersebut. Langkah pertama yaitu menentukan kriteria yang mempengaruhi modernisasi irigasi, dalam hal ini terdapat 5 kriteria dan 34 sub kriteria. Penentuan bobot kriteria dilakukan dengan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process. Kemudian setelah itu, skala prioritas kesiapan daerah irigasi dalam melaksanakan kegiatan modernisasi irigasi ditentukan dengan metode Simple Additive Weighting. Dari 7 daerah irigasi kewenangan pemerintah provinsi Jawa Timur yang ada di Kabupaten Mojokerto, didapatkan skala prioritas bahwa modernisasi irigasi dapat diterapkan pada DI Kromong. Modernisasi irigasi perlu ditunda untuk dilakukan penyempurnaan terlebih dahulu pada DI Mernung, DI Sinoman, DI Penewon, DI Candi Limo, DI Jatikulon, dan DI Subontoro.
Unduhan
Referensi
Arif, S. S., Prabowo, A., Sastrohardjono, S., Sukarno, I., & Sidharti, T. S. (2014). Pokok - Pokok Modernisasi Irigasi Indonesia. Jakarta, Indonesia: Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Astuti, P. S., & Wardoro, R. (2014). Sistem pendukung keputusan penentuan pemenang tender pekerjaan konstruksi dengan metode fuzzy AHP. Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems, 8(1), 1-12.
BPS Provinsi Jawa Timur. (2018). Luas Lahan Sawah Non Irigasi Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Pengairan di Provinsi Jawa Timur (Ha), 2013-2017.
Burt, C. M. (2001). Rapid Appraisal Process and Benchmarking (ITRC Report No. R 01-008). California, USA: The Irrigation Training & Research Center.
Chang, D.-Y. (1996). Applications of the extent analysis method on fuzzy AHP. European Journal of Operational Research, 95(3), 649-655. https://doi.org/10.1016/0377-2217(95)00300-2
Cortés, J. A. Z., Serna, M. D. A., & Jaimes, W. A. (2012). Applying fuzzy extended analytical hierarchy (FEAHP) for selecting logistics software. IngenierÃa e Investigación, 32(1), 94-99.
Direktorat Irigasi dan Rawa. (2011). Pedoman Umum Modernisasi Irigasi (Kajian Akademik). Jakarta: Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Direktorat Irigasi dan Rawa. (2013). Survey Rapid Appraisal Procedure (RAP) dalam rangka Penentuan Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI). Jakarta, Indonesia: Direktorat Irigasi dan Rawa, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Fishburn, P. C. (1967). Letter to the Editor-Additive Utilities with Incomplete Product Sets: Application to Priorities and Assignments. Operations Research, 15(3), 537-542. https://doi.org/10.1287/opre.15.3.537
Food and Agriculture Organization. (1997). Modernization of irrigation schemes: Past experiences and future options. Dipresentasikan pada FAO Expert Consultation, Bangkok, Thailand, 26-29 November 1996.
Hakim, A., Suriadi, A., & Masruri. (2012). Tingkat kesiapan masyarakat petani terhadap rencana modernisasi irigasi (studi kasus di Daerah Irigasi Barugbug, Jawa Barat). Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum, 4(2), 67-78.
Kementerian PUPR. (2015a). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 14 /PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi.
Kementerian PUPR. (2015b). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
Kementerian PUPR. (2015c). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 30/PRT/M/2015 tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi. Jakarta.
Martief, M. M., & Krisbandono, A. (2015). Modernisasi, Peningkatan Jaringan, atau Rehabilitasi Irigasi. Jakarta, Indonesia: Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Maulian, G. (2013). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Modernisasi Irigasi pada Daerah Irigasi Rajamandala Kabupaten Bandung Barat (PhD Thesis). Pascasarjana Jurusan Teknik Sipil, ITS, Malang, Indonesia.
Mulyadi. (2014). Kajian Kinerja Sistem Irigasi dengan Pendekatan MASSCOTE (Mapping System and Service for Canal Operation Techniques) dalam Rangka Penunjang Pilar Modernisasi Irigasi (Studi Kasus Daerah Irigasi Barugbug Jawa Barat) (Master Thesis). Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia.
Nam, V. H. (2016). Research and Proposal on the Irrigation Modernization Framework in Red River Delta , Vietnam. Dalam International Conference on the Mekong, Salween and Red Rivers: Sharing Knowledge and Perspectives Across Borders (hlm. 429-455). Chulalongkorn University.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (2014). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 - 2019.
Saaty, T. L. V. (1993). Pengambilan Keputusan bagi Para Pemimpin. (L. Setiono, Trans.). Jakarta, Indonesia: Pustaka Binaman Pressindo.
Sega, N. H. H., Rahmawati, R., & Yasin, H. (2012). Penentuan Faktor Prioritas Mahasiswa Dalam Memilih Telepon Seluler Merk Blackberry dengan Fuzzy AHP. Jurnal Gaussian, 1, 73-82.
Sugiyono. (2010). Statistik untuk Penelitian. Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Yong, D. (2006). Plant location selection based on fuzzy TOPSIS. The International Journal of Advanced Manufacturing Technology, 28(7), 839-844. https://doi.org/10.1007/s00170-004-2436-5
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Naskah dilisensikan berdasarkan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.