Potensi air limbah domestik sebagai pasokan air irigasi pada daerah padat penduduk dan krisis air
DOI:
https://doi.org/10.31028/ji.v7.i2.87-98Kata Kunci:
defisit air, air limbah domestik, guna ulang, irigasi, pertanian berkelanjutanAbstrak
Indonesia merupakan negara yang paling rentan ketahanan pangannya dalam menghadapi defisit air. P.Jawa dan Bali telah mengalami defisit air irgasi sejak tahun 2003. Pengkajian potensi air limbah domestik untuk pasokan air irigasi dimaksudkan untuk alternatif sumber air baku dalam mengatasi defisit air di daerah padat penduduk seperi di P. Jawa dan Bali. Pengkajian menggunakan metoda analisis data primer dan sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur. Hasil pengkajian menunjukkan potensi kuantitas air limbah domestik tahun 2020 rata-rata di Indonesia sekitar 228,12 m3/detik, sementara di P. Jawa sekitar 132,38 m3/detik dan di P. Bali sekitar 3,94m3/detik. Potensi nutrisi dalam air limbah domestik tahun 2020 di P. Jawa: Nitrogen sekitar 208.740 ton/ tahun atau setara dengan Urea 386.556 ton/tahun; Fosfor ton/tahun 41.748 atau setara dengan TSP 115.967 ton/tahun; dan Kalium 83.496 ton/tahun atau setara dengan KCl 185.547 ton/tahun. Manfaat dari penerapan kebijakan penggunaan ulang air limbah domestik untuk irigasi merupakan upaya mendukung pertanian yang berkelanjutan karena disamping dapat memasok air baku secara berkesinambungan pada saat defisit air, dapat pula sebagai sumber nutrisi untuk mensubtitusi kebutuhan pupuk. Penggunaan air limbah domestik untuk irigasi dapat pula memperbaiki struktur tanah dan mengurangi beban pencemaran yang masuk ke sumber air. Secara praktis, beberapa petani di sekitar Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik di Bojongsoang dan Perumnas di Cirebon telah menerima manfaat penggunaan air limbah domestik untuk irigasi terutama pada musim kemarau. Besarnya tingkat kesulitan memperoleh air merupakan faktor penting untuk keberhasilan pemanfaatan ulang air limbah untuk irigasi.Unduhan
Referensi
Ayer, R.S. and Westcot, D.W. 1985. Water Quality for Agriculture. FAO. Rome.
Augustiza, H. 2000. Efektifitas Cahaya Matahari Tropis Sebagai Bakterisida, Bulletin Pusair No.35 Tahun IX.Agustus 2000, ISSN: 0852-5919, Puslitbang Teknologi SDA, Bandung.
Baddruddin,M.,dkk. 1992. Daur Ulang Air limbah Penduduk untuk Irigasi dengan menggunakan Saringan Bambu dan Kolam, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pengairan, No.23 TH.7-KW 1, Bandung.
Bank Pembangunan Asia. 2009. Ringkasan Eksekutif Strategi Akselerasi Pencapaian Target MDGs 2015. Jakarta.
Bapenas. 2010. Peta Jalan Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium. Jakarta.
BPS-Bappenas-UNPF. 2008. Proyeksi Penduduk Indonesia 2005-2025. Bappenas. Jakarta.
Departemen Pekerjaan Umum dan Japan International Cooperation Agency. 2006. Kebutuhan dan Cara Pemberian Air Irigasi, Seri Modul No.PP/22, Jakarta.
Ditjen.Cipta Karya. 2009. GaHaruvy, N, et al. 1997. Agricultural Reuse of Wastewater. Agriculture, Ecosystem & Environment , Israel.
Gatot Irianto. 2011. Kebutuhan Air Irigasi Jawa dan Bali Tahun 2020. Balitbang Deptan.
Kementerian Pertanian. 2011. Usaha Tani Padi Dengan Pendekatan PTT. Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Jakarta.
Kretschmer,N., et al. 2002. Wastewater Reuse for Agriculture. Technology Resources Management & Development-Scientific Contributions for Sustainable Development, Vol 2, UK.
Mahida,U.N. 1981. Water Pollution and Disposal of Wastewater on Land, Tata McGraw-Hill, Delhi.
Mara,D. dan Cairncross,S. 1996. Pemanfaatan Air Limbah dan Ekskreta: Patokan untuk Perlindungan Masyarakat, ITB-UDAYANA, Bandung.
Menteri Pekerjaan Umum. 2010. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 14/PRT/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 587.
Menteri Pekerjaan Umum. 2008. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 16/PRT/M/2008 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional pengembangan Sistem pengelolaan Air limbah Permukiman (KSNP-SPALP).
Menteri Negara lingkungan Hidup. 2003. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.
Shainberg and Oster J.D. 1978. Quality of Irrigation Water. http://ideas.repec.org/a/eee/ agiwat/ v3y1980i2p156-158.html
Sobirin dan Putuhena, 2008, Kondisi Air di Negara Kita, http://sobirin-xyz.blogspot.com, diakses 19 Februari 2010.
Taufiq. 2009. Akankah Ketahanan Pangan Terus Terancam, http://www.kabarindonesia.com, diakses 14 Februari 2010.
United Nations Environment Programme (UNEP) ang Global Environmental Centre Fondation (GEC). 2006. Water and Wastewater Reuse, An Environmental Sound Approach for Sustainable Urban Water Management, Division of Technology, Industry and Economics- International Environmental Technology Centre, Japan.
United Nation Environment Programme. 2003. Wastewater Reuse for Agriculture, Department for International Development and Research Council (NERC), Nairobi.
Waluyo Hatmoko. et.all. 2012. Ketersediaan Air pada Wilayah Sungai Indonesia. Puslitbang SDA, Kementerian Pekerjaan Umum.
Wignyosukarto, B. 2004. Air dan Pertanian http://www.adb.org/documents/events/2004/WAP/INO/ ignyosukarto.presentation.pdf diakses 14 Februari 2010.
World Health Organization (WHO). 2006. Guidelines for the Safe Use of Wastewater, excreta and Greywater, WHO Press, Geneva.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Naskah dilisensikan berdasarkan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.