Potensi energi mikrohidro di daerah irigasi (studi kasus di Wilayah Sungai Serayu Opak)

Penulis

  • Bono Pranoto Pusat Puslitbang Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Balitbang, Kementerian ESDM
  • Sinta Nur Aini Balai Litbang Irigasi, Puslitbang Sumber Daya Air, Balitbang, Kementerian PUPR
  • Hari Soekarno Pusat Puslitbang Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Balitbang, Kementerian ESDM
  • Afida Zukhrufiyati Balai Litbang Irigasi, Puslitbang Sumber Daya Air, Balitbang, Kementerian PUPR
  • Harun Al Rasyid Pusat Puslitbang Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Balitbang, Kementerian ESDM
  • Santi Lestari Balai Litbang Irigasi, Puslitbang Sumber Daya Air, Balitbang, Kementerian PUPR

DOI:

https://doi.org/10.31028/ji.v12.i2.77-86

Kata Kunci:

daerah irigasi, energi terbarukan, pemetaan, potensi mikrohidro, Wilayah Sungai Serayu Opak

Abstrak

Pengembangan energi terbarukan perlu ditingkatkan guna mengatasi permasalahan sumber energi fosil yang semakin menipis. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala mikro atau mikrohidro berpotensi dikembangkan mengingatIndonesia memiliki gugusan pegunungan dengan mata air yang mengalir sebagai sumber air sungai. Selain di sungai, mikrohidro juga dapat diaplikasikan pada daerah irigasi. Ada 48.043 daerah irigasi di Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk menambah ketahanan energi Indonesia. Permasalahan yang ditemui adalah belum adanya informasi jumlah potensi energi mikrohidro yang dapat dibangkitkan pada daerah irigasi di Indonesia. Kajian ini bertujuan untukmengidentifikasi dan membuat Peta Potensi Energi Mikrohidro di Daerah Irigasi pada Wilayah Sungai Serayu Opak, serta untuk mengetahui potensi energi mikrohidro yang dapat dibangkitkan di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah pengolahan data melalui analisis geospasial. Hasil menunjukkan bahwa peta potensi energi mikrohidro di saluran irigasi ini dapat digunakan sebagai peta indikasi awal lokasi-lokasi yang memiliki potensi untuk membangkitkan energi sepanjang saluran irigasi, potensi energi mikrohidro yang dapat dibangkitkan di Wilayah Sungai Serayu-Opak sebesar 26 MW.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abdullah, R. & Islam, M. (2014). Case study and model of micro hydro power plant using the kinetic energy of flowing water of Surma and Meghna rivers of Bangladesh. The International Journal of Science & Technoledge, 2(1), 87-95.

Anaza, S.O., Abdulazeez, M.S., Yisah, Y.A., Yusuf, Y.O., Salawu, B.U., & Momoh, S.U. (2017). Micro hydro-electric energy generation- An overview. American Journal of Engineering Research (AJER), 6(2), 5-12.

Dewan Energi Nasional. (2016). Outlook Energi Indonesia 2016. (S. Abdurrahman, Ed.). Jakarta: Dewan Energi Nasional.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (2009). Profil Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak. Jakarta: Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum.

Integrated Microhydro Development and Application Program. (2009). Buku Utama Pedoman Studi Kelayakan PLTMH. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kougias,I., Patsialis, T., Zafirakou, A. & Theodossiou, N. (2014). Exploring the potential of energy recovery using micro hydropower systems in water supply systems. Water Utility Journal, 7, 25-32.

Mahmud, K., Tanbir, M.A.T., & Islam, M.A. (2012). Feasible micro hydro potentiality exploration in hill tracts of Bangladesh. Global Journal of Researches in Engineering Electrical and Electronics Engineering, 12(9), 14-20.

Mathi, R.S. & D.T. (2016). Spatial technology for mapping suitable sites for run-of-river hydro power plants. International Journal of Emerging Trends in Engineering and Development, 4(6), 123-134.

Nasir, B.A. (2013). Design of micro - hydro - electric power station. International Journal of Engineering and Advanced Technology (IJEAT), 2(5), 39-47.

Puslitbang Sosial, Ekonomi dan Lingkungan (2011). Executive Summary Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Teknologi Mikrohidro Berbasis Masyarakat. Jakarta: Puslitbang Sosial, Ekonomi dan Lingkungan, Balitbang, Kementerian Pekerjaan Umum.

Kementerian PUPR. (2015). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Republik Indonesia No.14/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Rosaira, I., & Hermawati, W. (2014). Dampak listrik PLTMH terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Dusun Gunung Sawur, Desa Sumber Rejo, Candipuro, Lumajang. In Prosiding Konferensi dan Seminar Nasional Teknologi Tepat Guna (pp. 456-507). Pusat Penelitian Perkembangan Iptek LIPI.

Singh, D. (2009). Micro Hydro Power Resource Assessment Handbook. Asian and Pacific Centre for Transfer of Technology Of the United Nations - Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP).

Unduhan

Diterbitkan

2018-03-09

Cara Mengutip

Pranoto, B., Aini, S. N., Soekarno, H., Zukhrufiyati, A., Al Rasyid, H., & Lestari, S. (2018). Potensi energi mikrohidro di daerah irigasi (studi kasus di Wilayah Sungai Serayu Opak). Jurnal Irigasi, 12(2), 77–86. https://doi.org/10.31028/ji.v12.i2.77-86

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Loading...